Home » » Remaja Ini Pura-pura Diculik Sebab Ingin Tahu Seberapa Cinta Ayahnya

Remaja Ini Pura-pura Diculik Sebab Ingin Tahu Seberapa Cinta Ayahnya

Written By Adinda Maulidya on Kamis, 03 Agustus 2017 | 10:18

Seorang mahasiswa di Provinsi Shaanxi, sebelah barat laut China dibekuk polisi setelah dia diduga membuat skenario pura-pura diculik karena ingin tahu seberapa besar cinta ayahnya.
Menurut laporan dari laman kankanews.com, pada 13 Juli lalu ayah Zhu menerima pesan singkat dari aplikasi WeChat yang memberi tahu Zhu telah diculik.
Remaja 18 tahun itu dikatakan pergi ke Kota Taizhou di Provinsi Jiangsu untuk bekerja di saat liburan musim panas.
Di salah satu pesan keluarga Zhu diminta menyiapkan uang senilai Rp 200 juta dalam waktu satu jam untuk menyelamatkan nyawanya.
"Tinggal 27 menit lagi. Organ tubuh anak Anda bernilai Rp 200 juta. Kami hanya ingin uang. Jangan paksa kami. Rasa sabar kami terbatas. Ada orang yang menginginkan nyawa anak Anda," demikian bunyi pesan itu, seperti dilansir laman South China Morning Post, Senin (1/8).
Pesan itu muncul bersama sebuah video yang memperlihatkan nyawa Zhu terancam. Di video itu mata Zhu ditutup dan mulutnya juga disumpal serta tangannya diikat. Si penculik terlihat menuangkan air dingin ke tubuh Zhu lalu memukulinya di semak-semak.
"Cepat. Tuang air ke dia. Bangunkan dia," terdengar suara si penculik
Ayah Zhu sontak menghubungi polisi sebelum pergi menyusul ke Taizhou.
Dari video itu polisi kemudian melacak keberadaan Zhu dan kemudian diketahui dia sudah menginap di sebuah hotel di Taizhou selama enam hari sebelum kejadian penculikan itu. Dan sejak itu Zhu belum keluar dari hotel.
Polisi menduga Zhu sudah dibawa ke tempat lain oleh si penculik karena teleponnya tidak diangkat lalu kamarnya di hotel berantakan penuh bekas puntung rokok.
Tapi sekira pukul 07.39 Zhu kembali ke hotel dalam keadaan sehat. Terkejut melihat polisi Zhu akhirnya mengatakan 'penculikan' itu hanya bercanda. Sejak tiba di Taizhou, dia menghabiskan uangnya untuk fiya-foya dan belum mendapat kerja.
Zhu mengatakan sejak kecil dia merasa tidak dicintai ayahnya dan akhirnya membuat skenario penculikan palsu bersama dua temannya untuk mengetahui seberapa besar cinta ayahnya kepada dia.
Setelah mengetahui yang sebenarnya, keluarga akhirnya menjemput Zhu tapi kemudian mereka bergegas pulang lantaran nenek Zhu masuk ke rumah sakit sebab mendengar cucunya diculik.
Zhu akhirnya berjanji akan meminta maaf kepada keluarganya.
Dia bersama dua temannya yang berpura-pura jadi penculik didakwa pemerasan dan kini ditahan polisi.
Share this article :

0 comments:

Posting Komentar

 
Support : KUPAS.CO | PT. Telematika Indonusa
Copyright © 2011. KUPAS.CO - All Rights Reserved
Gedung Dewan Pers Lt.5 AWPI Jl. Kebon Sirih No. 32-34 Jakarta Pusat
Telp. (021) 2951 7417 Fax : 021 2120 3425 WA : 0811 175 798 Email : redaksi@kupas.co.id