Home » » Pamit Buka Bersama, Siswi SMP Hilang, Sehari Kemudian Ditemukan Warga Jadi Anak Linglung

Pamit Buka Bersama, Siswi SMP Hilang, Sehari Kemudian Ditemukan Warga Jadi Anak Linglung

Written By Adinda Maulidya on Kamis, 15 Juni 2017 | 10:15

Amin (50) mencurigai perilaku aneh remaja putri di kawasan Desa Dadapan RT 1 RW 8, Meteseh, Tembalang, Rabu (14/6/2017) siang.
Dia semula menduga remaja belasan tahun itu tersesat. Amin pun menghampirinya.
Perempuan itu mengenakan kaus hijau bergambar kupu-kupu, celana panjang hitam dan sandal jepit hijau.
"Tadi ketemu sekitar jam 10 siang. Mbaknya mondar-mandir di kampung, jalannya sempoyongan, bicaranya pun nglantur. Saya ajak pulang saja," tutur Amin.
Tiba di rumah Amin, perempuan yang belum diketahui identitasnya itu sempat dimandikan istri Amin.
Sembari menunggu perempuan itu mandi, Amin pula melapor ke aparat desa setempat.
"Selesai mandi, dia saya tanya identitasnya. Jawabannya masih ngalor-ngidul (tidak jelas). Dia bilang namanya Cinta alias Cemplon warga Jomblang, sekolah di SMP Muhammadiyah Mrican," beber Amin.
Berawal dari informasi yang sempat viral di Facebook itu, dua anggota Media Informasi Kota Semarang (MIK Semar) Sigap, Basori dan Yohanes, masing-masing mendatangi rumah Pak Amin dan sekolah yang dimaksud.
Identitas remaja putri itu pun terungkap. Namanya Imanda, siswi kelas 8 di SMP Muhammadiyah 3 Mrican.
Dia anak dari pasangan Rini Puji Rahayuningsih dan Alam Wiyarno Ilham, warga Jomblang Perbalan RT 6 RW 2, Candisari, Kota Semarang.
"Imanda bilang kemarin sore diajak dua pria minum ciu dan ngepil di sekitar jembatan Talang. Setelah itu tak sadar. Dia juga lupa identitas dua pria itu," ujar Basori di rumah Amin.
Terpisah, Yohanes pula mendapat informasi keberadaan orangtua Imanda.
"Keterangan sang ibu, Imanda berpamitan pergi bukber (buka bersama) ke rumah teman hari Selasa (13/6/2017) sore. Sampai Rabu pagi belum pulang. Untungnya sudah ketemu," kata Yohanes.
Yohanes pun mengantar ibunda Imanda ke rumah Pak Amin di Dadapan. Ibu dan anak itu pun dipertemukan. Mereka saling berpelukan serta mencurahkan air mata.
Tak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh Imanda. Menurut Basori, hanya ada dua bekas tanda ciuman di leher Imanda.
"Pihak orangtua berencana melapor ke polisi. Kami siap mendampingi keluarga Imanda," imbuh Basori.
Share this article :

0 comments:

Posting Komentar

 
Support : KUPAS.CO | PT. Telematika Indonusa
Copyright © 2011. KUPAS.CO - All Rights Reserved
Gedung Dewan Pers Lt.5 AWPI Jl. Kebon Sirih No. 32-34 Jakarta Pusat
Telp. (021) 2951 7417 Fax : 021 2120 3425 WA : 0811 175 798 Email : redaksi@kupas.co.id