Home » » Setelah Dicopot dari Anggota DPR, Ruhut: Aku Tidur Saja, Duduk, Diam, Minimal 5 Miliar Aku Dapat

Setelah Dicopot dari Anggota DPR, Ruhut: Aku Tidur Saja, Duduk, Diam, Minimal 5 Miliar Aku Dapat

Written By Adinda Maulidya on Jumat, 07 April 2017 | 11:12

Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul resmi digantikan posisinya dalam penggantian antar-waktu (PAW) oleh Abdul Wahab Dalimunthe pada rapat paripurna DPR, Kamis (6/4/2017).

Ruhut Sitompul tidak berkomentar banyak soal PAW tersebut. Dia menilai Abdul Wahab sebagai figur yang baik.

PAW tersebut juga diharapkan membuat semua pihak percaya bahwa dirinya sudah mundur sebagai anggota DPR. "Ya kasihan saja selama ini enggak percaya aku mundur," tutur Ruhut saat dihubungi, Kamis.

Ruhut menilai sosok dirinya berbeda dengan anggota dewan yang lain. Kehadirannya di DPR, menurut Ruhut, adalah bentuk pengabdian dan bukan untuk cari makan.

Dia juga menegaskan alasannya mundur adalah untuk total mendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat pada Pilkada DKI Jakarta.

Sikap ini tetap dipilih, meskipun pasangan tersebut bukanlah pasangan yang diusung oleh partainya, Partai Demokrat.

"Bagi saya enggak apa-apa. Tapi biar kalian tahu, tiga tahun jabatan itu ke depan, aku tidur saja, duduk, diam, minimal Rp 5 miliar aku dapat. Itulah seorang Ruhut. Di DPR bukan cari uang," ucapnya.

Meski mengakui dirinya aktif dan vokal selama duduk sebagai anggota dewan, namun Ruhut menegaskan dirinya tak akan kembali mencalonkan sebagai anggota DPR di periode yang akan datang.

Namun, terkait aktivitasnya setelah Pilkada DKI Jakarta usai, Ruhut mengaku belum punya rencana khusus.

"Mengalir saja. Tapi aku sudah enggak mau lagi di DPR. Walaupun aku di DPR sangat menonjol, dipuji orang, vokal, tapi aku enggak bisa hidup di lingkungan yang seperti itu," ucap mantan Anggota Komisi III DPR itu.

Tak lagi berkarier di parlemen, Ruhut lebih memilih memberikan "ceramah" soal anti-korupsi, salah satunya di lingkungan kampus.

"Buktinya aku keliling, ceramah di mana-mana pemberantasan korupsi. Aku kemarin di Pukat, Gama (Universitas Gadjah Mada), di Airlangga (Universitas Airlangga di Surabaya), di Sumatera. Di mana-mana aku diundang," kata Ruhut.

"Karena mereka tahu Ruhut itu yang direkomendasikan sama KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) dan ICW (Indonesia Corruption Watch)," ucapnya.

Share this article :

0 comments:

Posting Komentar

 
Support : KUPAS.CO | PT. Telematika Indonusa
Copyright © 2011. KUPAS.CO - All Rights Reserved
Gedung Dewan Pers Lt.5 AWPI Jl. Kebon Sirih No. 32-34 Jakarta Pusat
Telp. (021) 2951 7417 Fax : 021 2120 3425 WA : 0811 175 798 Email : redaksi@kupas.co.id