Home » » Pekerja Jadi Korban Air Bah, Begini Keterangan Pemilik Curug Sawer

Pekerja Jadi Korban Air Bah, Begini Keterangan Pemilik Curug Sawer

Written By Rizkiyah Amalia on Kamis, 27 April 2017 | 12:22


Dua orang pekerja tempat wisata Curug Sawer, Gunung Salak, di Kampung Cikareo, Desa/Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menjadi korban jebolnya kolam penampung air bah pada Selasa malam. Hingga saat ini dua pekerja masing-masing bernama Ali (37) dan Dandi Saputra (18) itu masih mendapat perawatan intensif di RSUD Sekarwangi, Cibadak.

Polisi sendiri masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa itu, sejumlah saksi rencananya akan diperiksa termasuk seseorang bernama Rudi Hermawan pemilik tempat wisata itu. 

"Anggota Polsek Parakansalak kembali melakukan pemeriksaan lokasi kejadian dan memintai keterangan sejumlah saksi, mungkin nanti perkembangannya tunggu laporan dari anggota,"

Ngajib sendiri belum bisa menyimpulkan apakah kejadian tersebut murni musibah atau kelalaian pemilik. "Nanti saja tunggu hasil pemeriksaan," imbuhnya.

Dihubungi terpisah, Rudi Hermawan pemilik lokasi wisata Curug Sawer menerangkan peristiwa jebolnya tanggul adalah akibat bencana alam. Meski begitu ia juga menyebut biasanya kolam penampung air bah itu dicek oleh pekerjanya, namun saat kejadian situasi di lokasi wisata sedang terjadi pemadaman listrik sehingga ada keterlambatan pengecekan.

"Biasanya luapan sudah bisa terprediksi, petugas keamanan datang jam 15.00 WIB dan memeriksa kolam penampung, namun sore itu datangnya jam 18.30 dan posisi mati listrik hujan besar juga," jelas Rudi.

Dijelaskan Rudi kolam penampung air yang jebol itu dalamnya 2 meter dengan lebar 20 x 30 meter sengaja dibuat untuk memprediksi luapan air, ada 6 bak penampung yang dibuat berjajar ke atas dengan sistem sengkedan atau terasering. Ketika terjadi luapan di bak atas air otomatis dialirkan ke bak yang di bawahnya.

"Itu adalah bencana alam yang tidak bisa kita duga, dan bukan hanya di Curugsawer saja di wilayah Cihandeleum juga airnya sampai kerumah rumah pada malam itu, airnya berasal dari gunung, namun alirannya beda" lanjutnya.

Rudi menambahkan saat hujan deras terjadi debit air akan cepat naik seperti saat malam kejadian. "Air dalam bak penampungan jika naik 2 meter dalam sekian detik ini sesegera mungkin pembuangan air dibuka. Dulu sebelum (bak penampung) itu dibuat malah sering kejadian kebanjiran," tutupnya.
Share this article :

0 comments:

Posting Komentar

 
Support : KUPAS.CO | PT. Telematika Indonusa
Copyright © 2011. KUPAS.CO - All Rights Reserved
Gedung Dewan Pers Lt.5 AWPI Jl. Kebon Sirih No. 32-34 Jakarta Pusat
Telp. (021) 2951 7417 Fax : 021 2120 3425 WA : 0811 175 798 Email : redaksi@kupas.co.id