Home » » Menteri Susi Soal Cantrang: Jangan karena Serakah Semua Ikan Habis

Menteri Susi Soal Cantrang: Jangan karena Serakah Semua Ikan Habis

Written By Rizkiyah Amalia on Jumat, 28 April 2017 | 06:13



Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menggambarkan cara kerja cantrang yang seperti aksi sapu bersih dengan cakupan sangat luas. Ia pun menilai cara kerja itu seperti keserakahan karena mengancam populasi hewan laut.

"Jangan karena keserakahan dan kerakusan untuk mengeruk banyak-banyak ikan, diambil semua, akhirnya habis tidak ada lagi untuk hari esok,"

Susi menggambarkan cantrang yang memiliki panjang 6 km maka cakupannya mencapai 280 hektare, jika dikilometerkan maka menjadi 2,8 km persegi tanpa bergerak. Jika ada 5 kapal dengan cantrang berukuran demikian, maka bisa menyapu bersih seluruh hewan laut di Laut Maluku dalam satu kali beroperasi.

Hal ini mengancam keberlangsungan ekosistem dan biota laut, termasuk kehidupan nelayan tradisional yang mencari ikan di dekat pesisir pantai. Oleh karena itu, Susi mengingatkan bahwa seharusnya para nelayan dan pengusaha perikanan untuk memusatkan energi pada upaya meminimalisir kapal asing yang melakukan ilegal fishing di laut Indonesia ketimbang memprotes pelarangan cantrang yang bisa diganti dengan gill net.

"Kita masih kesulitan hadapi kapal-kapal asing yang masih banyak. Hari ini, saya dapat foto-foto baru, ternyata kapal Fu Yuan Yu beroperasi di Kalimana, meneror nelayan-nelayan Kalimana," ucap Susi.

"Itu pun tertutup dan banyak orang tidak tahu karena kongkalingkong (persengkongkolan) dan kolusi, semua masih terjadi," tambahnya.

Menurut Susi, pelarangan cantrang bukan kebijakan yang merugikan. Pelarangan cantrang justru akan memberikan keuntungan yang lebih berkelanjutan untuk para nelayan dan pengusaha perikanan.

"Kalau ikan makin banyak, yang beruntung mereka-mereka lagi, bukan saya. Saya tidak punya kapal untuk tangkap ikan. Mau bikin apa saja terlalu banyak mafia berkeliaran. Masing-masing bawa kepentingan sendiri-sendiri, rakyat dijadikan alasan, dijadikan tameng, tidak boleh seperti itu," ujar Susi.
Share this article :

0 comments:

Posting Komentar

 
Support : KUPAS.CO | PT. Telematika Indonusa
Copyright © 2011. KUPAS.CO - All Rights Reserved
Gedung Dewan Pers Lt.5 AWPI Jl. Kebon Sirih No. 32-34 Jakarta Pusat
Telp. (021) 2951 7417 Fax : 021 2120 3425 WA : 0811 175 798 Email : redaksi@kupas.co.id