Home » » Ketum PBNU: Warga NU Harus Saling Menghargai

Ketum PBNU: Warga NU Harus Saling Menghargai

Written By Rizkiyah Amalia on Senin, 10 April 2017 | 12:17



 Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Menurut dia, jika ingin paham agama Islam maka harus paham Alquran, Hadist, Ijma, dan Qias. "Oleh karena itu kita umat Islam harus belajar agar bisa memahami isinya sehingga bisa menjadi pedoman hidup dan bekal di akhirat," dia menambahkan.
Said menjelaskan, Islam dan kebangsaan harus jadi satu, karena Islam merupakan agama pemersatu dan cinta perdamaian. Bahkan, tokoh NU dapat menjaga keutuhan NKRI.
"Kita warga NU harus bisa mandiri, pengurus NU bukan di bawah kendali pemerintah. Dari tingkat pusat sampai daerah kita akan kritik pemerintah apabila salah, dan akan kita dukung sepenuhnya apabila benar," ucap dia.
Tolak HTI
Sementara itu, Pemuda Ansor dan Banser menolak aksi konvoi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dianggap mengusung gagasan Khilafah yang bisa memecah belah NKRI. Menurut mereka, selama ini propaganda HTI yang telah dilakukan ingin mengganti ideologi pancasila.
Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Brebes Ahmad Munsip menuntut pembubaran HTI, baik secara organisasi, paham, maupun pola tindakan. Mereka juga menuntut dan mendesak aparat berwenang menjaga keamanan nasional dengan menindak tegas organisasi atau perseorangan yang menyebarkan ideologi selain pancasila. 
‎"Kami mengimbau kepada pengikut HTI untuk kembali pada ajaran Islam Ahlusunnah Wal Jamaah yang sesuai dengan bingkai NKRI," ucap Munsip.
Share this article :

0 comments:

Posting Komentar

 
Support : KUPAS.CO | PT. Telematika Indonusa
Copyright © 2011. KUPAS.CO - All Rights Reserved
Gedung Dewan Pers Lt.5 AWPI Jl. Kebon Sirih No. 32-34 Jakarta Pusat
Telp. (021) 2951 7417 Fax : 021 2120 3425 WA : 0811 175 798 Email : redaksi@kupas.co.id