Home » » Jedak Jeduk Polisi Tidur, Penasaran dari Mana Asal Usulnya

Jedak Jeduk Polisi Tidur, Penasaran dari Mana Asal Usulnya

Written By Adinda Maulidya on Kamis, 30 Maret 2017 | 09:46

PERNAHKAH Anda berkendara di sebuah jalan dan tiba-tiba terkejut dan kejedak-kejeduk di jok kendaraan akibat polisi tidur yang tak kelihatan? 

Tidak jarang polisi tidur yang kita lalui tanpa dicat sama sekali dan kelihatannya sangat menyaru dengan aspal jalan. Kadang rasanya jengkel karena bokong “jadi korban”, belum ditambah syok yang menggelitik jantung saking kagetnya. 

Tapi tentunya polisi tidur itu eksis karena suatu alasan – demi memperlambat laju kendaraan di jalan-jalan yang rawan toh? Soal polisi tidur ini sedianya sudah tercatat dan diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 3 Tahun 1994 tentang Alat Pengendali dan Pengaman Pemakai Jalan. 

Aturannya, polisi tidur diwajibkan punya sudut kemiringan 15 persen dan tingginya tak boleh lebih dari 120 milimeter. Tapi kita takkan bicarakan tentang aturannya, karena mungkin yang lebih bikin Anda dan penulis pribadi penasaran, adalah asal-usul dari mana istilah “Polisi Tidur” berasal? Apakah benar-benar dari seorang polisi yang tengah tertidur di tengah jalan? 

Kalau di beberapa daerah, polisi tidur punya beberapa sebutan berbeda. Ada yang bilangnya ‘jengglongan’. Ada pula yang bilang namanya ‘jaglugan’. 

Ada beberapa versi yang menjelaskan tentang istilah ini, nih. Salah satunya konon katanya berasal dari bahasa Inggris – Sleeping Policeman. Ya artinya polisi tidur. Mungkin dari sini istilah “Polisi Tidur” itu menyebar sampai sekarang. Kosa kata Sleeping Policeman itu sudah muncul di Oxford English Dictionary edisi 1973. 

Kalau di Amerika Serikat sih, namanya speed bump atau speed hump. Di Jerman, disebutnya bodenschwelle. Tapi ada yang lebih lucu lagi nih, karena kalau di Malaysia polisi tidur itu disebutnya benjolan kelajuan! 

Nah kalau resmi penggunaanya dalam bahasa Indonesia, sebenarnya polisi tidur sudah pernah dicatat Abdul Chaer dalam Kamus Idiom Bahasa Indonesia terbitan 1984. Di kamus itu, polisi tidur artinya rintangan (berupa permukaan jalan yang ditinggikan) untuk menghambat kecepatan kendaraan. 

Sementara kalau di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), baru diakui keberadaan kata “Polisi Tidur” dalam KBBI edisi III terbitan 2001. Kalau di KBBI itu, artinya bagian permukaan jalan yang ditinggikan secara melintang untuk menghambat laju kendaraan. 

Polisi tidur itu sendiri pertama kali muncul di Amerika Serikat. Menurut Yoleen Maureen dalam Jurnal Media Teknik Volume VIII Nomor 3 Tahun 2011, polisi tidur sudah ada di Negeri Paman Sam itu sejak 1906, tapi baru diikuti di Eropa 64 tahun berselang. 

Share this article :

0 comments:

Posting Komentar

 
Support : KUPAS.CO | PT. Telematika Indonusa
Copyright © 2011. KUPAS.CO - All Rights Reserved
Gedung Dewan Pers Lt.5 AWPI Jl. Kebon Sirih No. 32-34 Jakarta Pusat
Telp. (021) 2951 7417 Fax : 021 2120 3425 WA : 0811 175 798 Email : redaksi@kupas.co.id