Home » » Hipertensi dan Diabetes Dominasi Penyakit Warga Pedesaan

Hipertensi dan Diabetes Dominasi Penyakit Warga Pedesaan

Written By Adinda Maulidya on Rabu, 15 Maret 2017 | 10:50

Penyakit tak menular hoertensi dan diabetes, tak lagi menjadi penyakit dominan di kalangan masyarkaat perkotaan. Akibat pola makan yang salah, masyarakat desa di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, pun kini banyak yang terjangkit kedua penyakit tersebut. Masyarakat pun diminta mewaspadai penyakit tidak menular namun berbahaya yang rawan menyerang.

"Seperti di Desa Tinduk, penyakit yang diderita masyarakat didominasi penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi dan diabetes melitus atau kencing manis," kata Kepala Puskesmas Baamang Unit II, dr Yunita Ristianti saat sosialisasi pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular di Desa Tinduk Kecamatan Baamang, kemarin.

Informasi yang disampaikan Yunita itu langsung dibenarkan puluhan peserta sosialisasi yang hadir. Sebagian dari mereka dengan terus terang mengakui menderita penyakit itu, khususnya hipertensi.

Puskesmas Baamang Unit II sengaja melakukan sosialisasi itu dengan harapan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan makin meningkat. Selain itu, kerja sama dengan aparatur desa juga ditingkatkan untuk mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat.

Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar 2013, penderita hipertensi di Kotawaringin Timur mencapai 12,2 persen. Padahal, penderita di Kalimantan Tengah hanya 10,6 persen dan nasional 9,4 persen. Sementara itu, penderita diabetes melitus di kabupaten ini mencapai 1,8 persen, sementara penderita di Kalimantan Tengah hanya 1,2 persen dan nasional 1,5 persen.

Ada sekitar 30 jenis penyakit tidak menular, di antaranya hipertensi, diabetes melitus, asma, PPOK, kanker, jantung koroner, stroke, cedera dan cedera pada pengendara sepeda motor. Dari penyakit-penyakit itu, angka penderita di Kotawaringin Timur melebihi angka rata-rata penderita di tingkat provinsi dan nasional.

"Sejak 2000, penyakit tidak menular menjadi penyebab terbesar kesakitan, kecacatan dan kematian. Umumnya dipicu makanan dan pola hidup yang tidak sehat," kata Yunita.

Untuk itulah, kata dia, perlunya pengetahuan tentang pengendalian dan pencegahan penyakit tidak menular. Penyuluhan dan kerja sama harus ditingkatkan untuk memberi pemahaman kepada masyarakat agar bisa menjalankan pola hidup sehat.

Kepala Desa Tinduk, Kasmudin dan warganya menyambut antusias penyuluhan kesehatan tersebut. Informasi penting itu diharapkan dapat menggugah kesadaran masyarakat agar mau menjalankan pola hidup sehat.

Share this article :

0 comments:

Posting Komentar

 
Support : KUPAS.CO | PT. Telematika Indonusa
Copyright © 2011. KUPAS.CO - All Rights Reserved
Gedung Dewan Pers Lt.5 AWPI Jl. Kebon Sirih No. 32-34 Jakarta Pusat
Telp. (021) 2951 7417 Fax : 021 2120 3425 WA : 0811 175 798 Email : redaksi@kupas.co.id