Home » , » Reog Ponorogo, Kuda Lumping dan Ludruk warnai hari kedua Gelar Budaya Rumah Datuk Pengembara

Reog Ponorogo, Kuda Lumping dan Ludruk warnai hari kedua Gelar Budaya Rumah Datuk Pengembara

Written By Revolusi Mental on Jumat, 02 September 2016 | 08:52

Kuda Lumping Reog Ponorogo
Hari Kedua Gelar Budaya 7 hari 7 malam dalam rangka HUT Rumah Datuk Pengembara dimeriahkan dengan Pentas Seni Reog Ponorogo yang dilanjutkan dengan Jatilan atau Kuda Lumping dan Ludruk Jawa Timuran. Penonton yang menikmati sajian budaya ini masih tetap membludak memenuhi area Gelar Budaya. Hadir dalam pagelaran tersebut Bapak Iswanto Browo selaku Ketua Dewan Pembina Relawan Gerakan Nasional Revolusi Mental sekaligus Ketua Yayasan Rumah Datuk Pengembara, Ustadz Ki Ageng Lanang dan Sekjen Relawan GNRM untuk memberikan support kepada para hadirin dan hadirout untuk berbagi kemeriahan dan hiburan yang dilaksanakan setahun sekali.
Ludruk Jawa Timuran
Pentas seni kuda lumping merupakan seni yang sangat langka di Serdang Bedagai. Kita tidak tahu apakah tahun depan masih bisa menyaksikan pentas seni ini karena pawang Kuda Lumpingnya sudah sangat lanjut usia dan tidak ada lagi penerusnya. Generasi muda saat ini kurang berminat untuk melestarikan warisan budaya seperti ini. Namun pada saat seni ini di adobsi dan di klaim sebagai seni rakyat Malaysia, maka seluruh rakyat Indonesia memprotes keras tindakan Malaysia. Tetapi tidak ada generasi penerus Indonesia yang peduli dan turut melestarikan warisan budaya para leluhurnya.
Ki Ageng Lanang Saksikan Pentas Kuda Lumping
Budaya leleuhur kita saat ini ibarat barang yang sudah ditinggalkan, dicampakkan, diterlantarkan bahkan dibuang oleh pemiliknya. Namun saat negara tetangga yang sangat menghargai barang yang sudah terbuang tersebut maka barulah masyarakat beramai-ramai menghujat tanpa memberikan solusi untuk menghargai dan melestarikan budaya warisan leluhurnya tersebut.
Lokasi Pembangunan Monumen Gong Perdamaian Nusantara
Diadakannya Gelar Budaya 7 hari 7 malam ini adalah merupakan salah satu cara untuk melestarikan budaya warisan leluhur Bangsa Indonesia, agar anak cucu kita tetap mengingat dan bangga memiliki warisan budaya yang unik dan tidak dimiliki oleh bangsa lain. Kabupaten Serdang Bedagai merupakan miniatur dari kerukunan dan persatuan Bhinneka Tunggal Ika. Walaupun berasal dari berbeda-beda suku, agama dan ras, namun dapat bersatu membaur dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dibangunnya Monumen Gong Perdamaian Nusantara merupakan wujud dari semangat persatuan dan kesatuan agar dapat selalu diingat dan dilestarikan oleh generasi mendatang. Masa depang bangsa dan negara ini ditentukan oleh apa yang kita lakukan saat ini.
Para Penari Reog sedang beristirahat
Antusiasme Penonton menyaksikan Pentas Seni Kuda Lumping hingga selesai.

Share this article :

0 comments:

Posting Komentar

 
Support : KUPAS.CO | PT. Telematika Indonusa
Copyright © 2011. KUPAS.CO - All Rights Reserved
Gedung Dewan Pers Lt.5 AWPI Jl. Kebon Sirih No. 32-34 Jakarta Pusat
Telp. (021) 2951 7417 Fax : 021 2120 3425 WA : 0811 175 798 Email : redaksi@kupas.co.id