Home » , , , » Klarifikasi Luhut Panjaitan soal Mayfair dan Panama Papers

Klarifikasi Luhut Panjaitan soal Mayfair dan Panama Papers

Written By Revolusi Mental on Senin, 25 April 2016 | 07:22

Menko Luhut menyatakan tak pernah mendengar nama perusahaan Mayfair International Ltd yang dalam Panama Papers disebut dipimpin olehnya. (REUTERS/Darren Whiteside)
Nama Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan muncul dalam Panama Papers. Luhut, berdasarkan investigasi Tempoatas Panama Papers yang dimuat di majalah itu, tercatat sebagai Direktur Mayfair International Ltd yang terdaftar di Seychelles –negara kepulauan di lepas pantai timur Afrika, Samudra Hindia– pada 2006.

Panama Papers ialah istilah untuk bocornya dokumen firma hukum asal Panama, Mossack Fonseca, yang melayani jasa pembuatan perusahaan cangkang. Dokumen itu berisi nama-nama perusahaan cangkang di negara suaka pajak. Kebocoran itu diinvestigasi oleh lebih dari 100 media di dunia, termasuk Tempo dari Indonesia, di bawah koordinasi International Consortium of Investigative Journalists.

Ada sekitar 2.960 nama dari Indonesia yang tercantum sebagai klien 43 perusahaan cangkang yang terafiliasi dengan Mossack Fonseca. Namun, memiliki perusahaan cangkang di negara suaka pajak belum tentu merupakan pelanggaran. Di sisi lain, perusahaan cangkang kerap digunakan pemiliknya untuk menggelapkan pajak, mencuci uang, dan menyembunyikan harta hasil tindak ilegal.

Berikut klarifikasi lengkap Luhut atas terseretnya nama dia dalam Panama Papers.
 
Beberapa saat lalu, salah satu majalah nasional di Indonesia mengangkat suatu isu yang mengaitkan dengan diri saya. Dari sisi substansi, hal yang ditulis dalam majalah tersebut tidak terlalu luar biasa.
 
Namun saya merasa dirugikan dengan desain sampul majalah tersebut seolah-olah saya telah melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara kita, utamanya merugikan negara.
 
Saya ingin meluruskan beberapa hal agar masyarakat dan media massa dapat memahami keadaan sesungguhnya secara lebih gamblang dan apa adanya. Hal-hal yang ingin saya luruskan adalah:
 
1. Masalah yang diangkat dalam pemberitaan majalah tersebut terjadi dalam kurun waktu saya tidak menjadi pejabat publik, atau tidak menjadi menteri. Ketika itu dalam menjalankan usaha, saya berusaha untuk selalu menaati, mengikuti dan tidak melanggar peraturan yang ada. Saya bersyukur, dan dengan cara tersebut dan bantuan Tuhan YME saya dapat meraih kesuksesan yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.
 
2. Sejak 31 Desember 2014 saya telah melepas semua jabatan di perusahaan. Saat ini perusahaan tersebut dikelola oleh orang-orang yang profesional di bidangnya, dan saya sudah tidak terlibat secara aktif dalam pengelolaannya.
 
3. Semua kekayaan yang saya miliki telah saya laporkan dalam LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara) secara transaparan, sesuai dengan aturan yang berlaku.
 
4. Ada beberapa hal yang harus saya kemukakan mengenai satu perusahaan cangkang (Mayfair International Ltd) yang disebutkan dalam majalah tersebut.
 
a. Saya tidak pernah mendengar nama perusahaan tersebut hingga saat saya menerima surat permohonan wawancara. Kemudian saat melakukan wawancara dengan majalah tersebut, saya baru mengetahui bahwa perusahaan itu berdiri pada tahun 2006.
 
Kenyataannya, pada tahun 2006 saya belum memiliki uang, jadi untuk apa saya mendirikan perusahaan cangkang seperti itu. Setelah dilakukan penyelidikan, ada dugaan bahwa bisa saja perusahaan itu dibuat tanpa sepengetahuan saya. Karena untuk membuat perusahaan cangkang seperti itu tidak diperlukan tanda tangan saya. Perlu diketahui bahwa alamat yang digunakan dalam data perusahaan tersebut pun salah. Dalam dukumen perusahaan tersebut tertera bahwa alamat saya berada di MKB No. 11, rumah saya nomor 18.
 
b. Perusahaan cangkang tersebut tidak masuk dalam laporan LHKPN karena saya tidak merasa memiliki atau menjadi bagian dari perusahaan itu. Selain itu saya tidak pernah menerima apapun dari perusahaan tersebut. Bahkan pewawancara dari majalah tersebut secara gamblang mengatakan bahwa tidak ada transaksi dalam perusahaan cangkang tersebut semenjak perusahaan tersebut didirikan. [Tempo: Adakah Bapak membuat perusahaan itu? Tim LBP (Luhut Binsar Pandjaitan): Pada saat itu bisa saja kita melakukan, tetapi bukan untuk menipu, bukan buat menyembunyikan sesuatu. Yang harus dilihat ada transaksi nggak? T (Tempo): Transaksi enggak ada sih. L (Luhut): Memang tidak ada aktivitas, tetapi begitu ada aktivitas kita akan lapor ke pajak apa impact of revenue-nya].
 
c. Jadi perusahaan tersebut tidak memengaruhi jumlah kekayaan saya maupun kewajiban pajak yang harus dibayar. Saya selalu berusaha untuk disiplin dalam membayar pajak. Dari perusahaan Toba Bara Sejahtera, termasuk anak perusahaannya, dari tahun 2010 sampai 2015 sudah lebih dari 300 juta dolar pajak dan royalti yang sudah dibayarkan ke kas negara. Bahkan pada tahun 2014, salah satu perusahaan batu bara kami mendapatkan penghargaan dari kantor pajak sebagai wajib pajak dengan peningkatan pembayaran pajak tertinggi, padahal harga batu bara pada saat itu sedang mengalami penurunan.
 
d. Perusahaan cangkang tersebut tidak mempunyai hubungan dengan perusahaan saya, baik perusahaan induk maupun anak perusahaannya, termasuk Buana Inti Energi.
 
e. Mengenai keterkaitan antara perusahaan cangkang tersebut dengan Persada Inti Energi dalam proyek infrastruktur Tanah Air, saya tegaskan di sini bahwa PT Persada Inti Energi bukan perusahaan milik saya. Jadi, saya tidak mengetahui proyek apa saja yang mereka kerjakan. Disebutkan bahwa pemegang saham Persada Inti Energi adalah anak buah saya yang bernama Elizabeth. Memang Elizabeth pernah bekerja sebagai Direktur Keuangan di perusahaan saya. Namun pada tahun 2008 dia diminta untuk mengundurkan diri karena tidak menjalankan perusahaan sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola keterbukaan perusahaan yang saya pegang teguh. Setelah tahun 2008, kami tidak ada hubungan sama sekali.
 
Pada kesempatan ini saya ingin menegaskan kembali bahwa dalam menjalankan usaha, saya selalu menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku. Saya bersyukur atas rezeki dan sukses yang diberikan Tuhan. Saya juga merasa Indonesia sudah memberi banyak kepada saya.
 
Sebagai perwujudan rasa syukur saya kepada Tuhan dan rasa terima kasih saya kepada Indonesia, saya membangun sekolah-sekolah dan perguruan tinggi DEL di kampung halaman saya di Danau Toba. Sekolah ini memberikan beasiswa kepada anak-anak pintar dan cerdas, namun tidak mampu, untuk bersekolah dan mendapatkan kualitas pendidikan yang terbaik. Setiap tahun lebih dari Rp30 miliar saya keluarkan untuk menyubsidi sekolah dan perguruan tinggi ini.
 
Saat ini saya ingin fokus bekerja dan memberikan kontribusi semaksimal mungkin untuk kemajuan Indonesia. Saya harap penjelasan ini dapat memberikan informasi yang sebenarnya dan berimbang kepada masyarakat sehingga tidak ada pemahaman yang kurang tepat terhadap masalah ini.
 
Akhir kata saya mengucapkan terima kasih.
 
 
Jakarta, 25 April 2016
 
Menko Polhukam
Luhut Binsar Pandjaitan
Share this article :

0 comments:

Posting Komentar

 
Support : KUPAS.CO | PT. Telematika Indonusa
Copyright © 2011. KUPAS.CO - All Rights Reserved
Gedung Dewan Pers Lt.5 AWPI Jl. Kebon Sirih No. 32-34 Jakarta Pusat
Telp. (021) 2951 7417 Fax : 021 2120 3425 WA : 0811 175 798 Email : redaksi@kupas.co.id