Latest Post

Polwan Cantik Bagikan Bunga dan Coklat di Simpang Tugu Yogyakarta

Written By kreatif mandiri on Selasa, 28 Agustus 2018 | 16:04


Pagi ini ada yang istimewa di simpang empat Tugu Yogyakarta, Kamis (23/8). Puluhan Polwan cantik terlihat membagi-bagikan bunga dan coklat kepada para pengguna kendaraan. Sayup-sayup terdengar untaian kalimat himbauan untuk terus tertib berlalu-lintas. Bahkan ada yang beruntung mendapat helm bagi anak salah satu pengendara yang didapati tak mengenakan helm keselamatan saat berkendara sepeda motor.

Ratusan bungan dan coklat yang dibagi tak perlu waktu lama untuk dihabiskan. Pasalnya masyarakat penggunan jalan juga antusias menerima pemberian tanda cinta dari para Polwan tersebut.

Pakor Polwan Polda DIY AKBP Cahyani, SE, MEc, Dev., didampingi Ketua Peringatan HUT Polwan ke 70 Polda DIY AKBP Fajarini dihadapan pewarta menjelaskan bahwa giat “gaturlalin” dilaksanakan dalam rangka kegiatan menyambut HUT Polwan ke 70 yang puncaknya akan diperingati secara serentak seluruh Indonesia pada tanggal 3 September 2018.

“Kami pagi ini membagikan bunga, coklat dan helm kepada para pengendara kendaraan di simpang empat Tugu Yogyakarta. Bunga sebagai simbol feminimisme untuk mengilustrasikan sosok perempuan dan coklat sebagai simbol kasih sayang. Selain membagikan gift tersebut, kami juga menyampaikan himbauan-himbauan berlalu lintas kepada mereka untuk terus tertib berlalu lintas, ujar Cahyani.

Cahyani juga menegaskan bahwa saat ini Kapolri Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D,  benar-benar memberikan kesempatan besar bagi Polwan untuk menjabat posisi strategis di tingkat organisasi Polri. 

“Di Jogja sudah ada Wakpolres yang dijabat oleh Polwan, belum lagi Kabag dan Kasat-Kasatnya,” jelas Cahyani.

Sementara AKBP Fajarini mengharapkan doa dari masyrakat Jogja untuk terus memberikan motivasi dan doa terbaiknya bagi para Polwan supaya dalam menjalankan tugasnya dapat memberikan pelayanan yang terbaik. Kedepan masih ada beberapa giat yang dilaksanakan.
Sty

Idul Adha Bersama Polda DIY


Rabu (22/8/2018). Bertepat di Halaman depan Mapolda DIY telah dilangsung kan Sholat Ied Idul Adha 10 Dzulhijjah 1439 H, turut menghadiri Kapolda DIY dan Wakapolda DIY beserta para Pejabat Utama Polda DIY. 

AKBP. Drs. H. Zainal Arifin, SH, Sst. Mk., M.I.P. selaku imam dan khotib pada Sholat Ied yang di hadiri oleh ratusan jamaah baik dari anggota intern Polda DIY maupun masyarakat sekitar Mapolda DIY. 

Dalam khutbahnya AKBP Zainal Arifin 
mengimplementasi pesan nyata dari kisah Nabi Ibrahim yang menyembelih putranya Ismail bahwa kemuliaan dari Nabi Ibrahim adalah merupakan manusia yang mampu memenuhi perintah Allah SWT walau mengorbankan anaknya sendiri. 

"Setidaknya ada pesan yang dapat kita ambil  yakni totalitas kepatuhan Nabi Ibrahim As kepada Allah lewat perintah Nya menyembelih Ismail,  Allah  hendak mengingatkan bahwa anak hanyalah titipan,  Allah lah pemiliknya. Kedua, dengan Allah mengganti Ismail dengan domba merupakan himbauan kita sebagai manusia  untuk tidak meremehkan nyawa dan darah manusia sehingga pengorbanan dalam bentuk tubuh manusia harus di hindarkan", ucap AKBP Zainal. 

terakhir AKBP Zainal menekankan pelajaran tentang  hakikat pengorbanan. Bahwa sedekah daging hewan kurban adalah simbol dari makna korban yang sejatinya sangat luas, meliputi pengorbanan dalam wujud harta benda, tenaga, pikiran, dan waktu untuk persoalan sosial. 

"disinilah perlunya kita "menyembelih" ego kebinatangan kita,  karena esensi kurban adalah solidaritas sesama umat manusia dan ketulusan murni untuk mengaharap Ridho dan Rahmat dari Allah SWT", pungkasnya mengakhiri khutbah. 

Setelah menunaikan Ibadah Sholat Ied Kapolda DIY beserta PJU menyaksikan penyembelihan Hewan Qurban di Halaman Masjid Babussalam Polda DIY. 
Kemudian daging hewan qurban 3 ekor Sapi dan 9 ekor kambing didistribusikan kepada warga lingkungan sekitar  Mapolda,  fakir miskin dan duafa dan panti asuhan dan ponpes binaan Polda DIY.

Written By Mulyadi on Sabtu, 25 Agustus 2018 | 11:05

Perayaan Idul Qurban di SDN Jatimekar VI Kota Bekasi yang beralamat di Jln Tangkuban Perahu Komplek Graha Indah, Kelurahan Jatimekar, Kec. Jatiasih - Kota bekasi.

Kepala Sekolah ibu Marwiyah. S.Pd didampingi Ketua Komite Sekolah ibu Dewi Ratna Suminar memberikan sambutan dalam acara tersebut dan memberikan pembekalan kepada anak didiknya untuk memahami hikmak kurban yang di kisahkan tentang pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail yang diperintahkan Allah untuk menyembelih hewan Qurban di hari Idul Adha.

Dalam kegiatan ini melibatkan seluruh siswa SDN Jatimekar VI Bekasi agar turut serta merayakan dan membagikan daging qurban kepada masyarakat setempat.

Ucapan terimakasih juga disampaikan Kepala Sekolah dan Ketua Komite atas partisipasi dan kerjasamanya dengan wali murid, guru dan masyarakat dalam kelancaran dan suksesnya acara qurban.

Semoga acara qurban bisa dilaksakan rutin setiap tahun oleh SDN Jati Mekar VI, banyak hal yang bisa di pelajari dari kegiatan qurban tersebut oleh anak anak yang tidak hanya qurban di maknai memotong atau menyembelih hewan.

Kegiatan qurban juga mendorong rasa cinta kasih dan rasa ingin berbagi kepada sesama, terobosan yang sangat bagus oleh SDN Jati Mekar VI kerjasama dengan Komite berhasil melaksanakan Qurban dengan lancar.





Perayaan Idul Qurban di SDN Jatimekar VI Bekasi

Perayaan Idul Qurban di SDN Jatimekar VI Kota Bekasi yang beralamat di Jln Tangkuban Perahu Komplek Graha Indah, Kelurahan Jatimekar, Kec. Jatiasih - Kota bekasi.

Kepala Sekolah ibu Marwiyah. S.Pd didampingi Ketua Komite Sekolah ibu Dewi Ratna Suminar memberikan sambutan dalam acara tersebut dan memberikan pembekalan kepada anak didiknya untuk memahami hikmak kurban yang di kisahkan tentang pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail yang diperintahkan Allah untuk menyembelih hewan Qurban di hari Idul Adha.

Dalam kegiatan ini dilibatkan seluruh siswa SDN Jatimekar VI Bekasi agar turut serta merayakan dan membagikan daging kurban kepada masyarakat setempat.

Ucapak terimakasih juga disampaikan Kepala Sekolah dan Ketua Komite atas partisipasi dan kerjasamanya dengan wali murid, guru dan masyarakat dalam kelancaran dan suksesnya acara qurban.

Semoga acara qurban bisa dilaksakan rutin setiap tahun oleh SDN Jati Mekar VI, banyak yang bisa di pelajari dari kegiatan qurban tersebut oleh anak anak yang tidak hanya qurban di maknai memotong atau menyembelih hewan.

Kegiatan qurban juga mendorong rasa cinta kasih dan rasa ingin berbagi kepada sesama, terobosan yang sangat bagus oleh SDN Jati Mekar VI kerjasama dengan Komite berhasil melaksanakan Qurban dengan lancar.





Perayaan Idul Qurban di SDN Jatimekar 6 Bekasi

Written By KUPAS.TV on Rabu, 22 Agustus 2018 | 08:14

Perayaan Idul Qurban di SDN Jatimekar 6 Kota Bekasi yang beralamat di Jln Tangkuban Perahu Komplek Graha Indah, Kelurahan Jatimekar, Kec. Jatiasih - Kota bekasi.
Kepala Sekolah ibu Marwiyah. S.Pd didampingi Ketua Komite Sekolah ibu Dewi Ratna Suminar memberikan sambutan dalam acara tersebut dan memberikan pembekalan kepada anak didiknya untuk memahami hikmak kurban yang di kisahkan tentang pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail yang diperintahkan Allah untuk menyembelih hewan Qurban di hari Idul Adha.

Dalam kegiatan ini dilibatkan seluruh siswa SDN Jatimekar 6 Bekasi agar turut serta merayakan dan membagikan daging kurban kepada masyarakat setempat.





INDUSTRIALISASI POLITIK & DEMOKRASI LIBERAL SERTA PUPUSNYA NASIONALISME KEBANGSAAN INDONESIA

Written By KUPAS.TV on Senin, 20 Agustus 2018 | 07:43

OLEH :PRIHANDOYO KUSWANTO
KETUA RUMAH PANCA SILA
Sejak bergulir nya Reformasi dan tumbang nya Orde Baru ,tanpa disadari telah terjadi perubahan perpolitikan dan demokrasi di negeri ini ,perubahan ini membawah arah yang positif disatu sisi juga tidak sdikit unsur negative nya .
Dalam perubahan politik telah terjadi perubahan yang mendasar,politik tidak membawah dan membangun karakter kebangsaan , justru politik menjadi Industrialisasi , hal ini ditandai dengan politik pecitraan yang dibangun oleh setiap insan politik dan elit nya .
Munculnya politik pencitraan ini dibarengi dengan munculnya konsultan-konsultan politik, yang siap memoles apa saja yang diinginkan oleh kandidat , walau dalam sejarahnya sang kandidat berperilaku buruk, seseorang kandidat tidak lagi diperlukan perjuangan dari bawah , tetapi cukup memyediakan uang untuk merubah wajah calon kandidat.
politik pencitraan ini telah di praktekan pertama kali oleh SBY dengan mengunakan Fox Indonesia sebagai konsultan dalam Pilpres tahun 2009 yang lalu dan hasil nya SBY bisa memenangkan pilpres
Ciri-ciri dari Industrialisasi politik dan demokrasi adalah adanya sebuah proses yang diawali dengan merubah image seseorang yang dilakukan konsultan pencitraan , bak produk dilakukan rekayasa sikap dan perilaku seorang kadindat agar mempunyai daya jual , dan image yang berupa topeng ,santun, berwibawa,jujur, amanah , semua simbul-simbul yang diinginkan masyarakat di tempelkan pada wajah kadindat .
Langka selanjut nya adalah memasarkan maka konsultan marketing mulai banyak menawarkan jasa nya , bak barang dagangan memasarkan seseorang yang telah dipoles dengan berbagai cara ,memasang iklan , membuat acara-acara yang bisa menarik masyarakat
Untuk mengukur elektabilitas apakah seorang kandidat telah berhasil dalam pemasaran nya selanjutnya dilakukan penjajakan yang sering dilakukan dengan survey jajak pendapat ,apa bila hasil jajak pendapat kurang memuaskan maka akan dilakukan berbaikan produk dan mengetahui titik kelemahan selanjut nya perlu ada nya perbaikan .Survey ini juga bisa untuk mengetahui dan mengukur kekuatan-kekuatan produk lain
Ketika proses pencarian pemimpin ini sudah menelan begitu saja yang serba Amerika dan meninggalkan segala system yang telah dibangun oleh pendiri bangsa ,maka pertanyaan besar yang harus dijawab adalah di mana proses pembangunan karakter kebangsaan kita ? dalam system yang dibangun bak proses produksi maka dibutuhkan biaya investasi yang sangat besar ,tentunya dalam produksi dan proses Industrialisasi politik dan demokrasi ini dengan investasi yang basar tidak mungkin investasi itu tidak diharapkan kembali dan untung,maka sering kita melihat ketika seorang yang telah selesai menjabat langka seanjut nya mereka masuk penjarah ditangkap KPK akibat korupsi untuk mengembalikan investasi dalam pemilihan nya sebagai kepala daerah nya.
Fenomena Idustrialisasi politik dan demokrasi dewasa ini telah memerosotkan karakter kebangsaan , dalam perkembangan delapan belas tahun terakhir sejak reformasi digulirkan telah merubah tatanan kebangsaan kita proses politik menelan begitu saja cara-cara Amerika yang dianggap paling baik ,bahkan jauh lebih liberal dari cara-cara Amerika , sementara meninggal kan dan mengubur budaya Pancasila sebagai dasar bernegara.
Dalam Industrialisasi politik dan demokrasi semua kekuatan berebut pengaruh dan berebut kekuasaan. namun, ketika para elite politik itu memperoleh
kekuasaan,tidak jelas apa yang mereka lakukan untuk perbaikan negeri ini.
Kekuasaaan akhirnya hanya menjadi instrumen mengeksploitasi sumber daya untuk kepentingan-kepentingan pragmatis yang berakibat merugikan kepentingan bangsa Indonesia .
Performa negara di era reformasi sekarang cenderung tidak memiliki landasan kokoh untuk membangun negara ber martabat. Proses dan mekanisme politik untuk menjadi pejabat publik pada institusi-institusi negara sarat dengan transaction cost yang tinggi.bahkan sudah menjadi indutrilisasi politik dan demokrasi ,keadaan ini sangat tidak menguntungkan bagi bangsa ini .
Belajar dari sejarah ,salah satu yang dilakukan Bung Karno pada waktu itu dan yang tidak dilakukan oleh Soeharto dan penggantinya samapai pada Jokowi ,adalah melakukan “character and nation building”. Siapa tak bangga pada waktu itu memiliki Presiden Indonesia Bung Karno? Pembangunan karakter bangsa adalah fondasi untuk memperbaiki krisis bangsa. Kalau karakter bangsa sudah rusak maka bangsa itu akan menjadi cemooh bangsa lain, diejek dan diremehkan oleh kekuatan asing. Pembangunan sosial, ekonomi, politik,kebudayaan memerlukan pembangunan karakter bangsa.
Berapa pun besar bantuan luar negeri dikucurkan, berapa pun hutang luar negeri diperoleh, berapa pun tenaga ahli dikirimkan akan sia-sia kalau bangsa Indonesia gagal melakukan “character and nation building”. Yang ada setelah tujuh puluh tiga tahun merdeka, hutang makin membumbung, korupsi makin merajalela, pejabat bisa dibeli, rasa persatuan sebagai bangsa mulai luntur, ke- kerasan antar suku dan antar agama menjamur. Bangsa Indonesia diremehkan dalam percaturan global bahkan menuju kelumpuhan sebagai bangsa semakin tidak berdaya .
Bermula dari Amandemen UUD 1945
Amandemen UUD 1945 telah merusak sistem nilai yang telah dibangaun susah payah ,dan pengorbanan yang begitu besar bukan hanya harta dan darah tetapi juga jutaan nyawa melayang dalam perjuangan mendirikan Indonesia dengan tata nilai yang dibangun atas dasar amanat penderitaan rakyat .Para elit tidak mau mengerti apa yang telah di bangun oleh pendiri negeri ini atas dasar amanat penderitaan rakyat , sehingga kekuasaan yang ada ditangan mereka saat ini tidak menjalankan amanat penderitaan rakyat ,bahkan tidak paham apa itu amanat penderitaan rakyat .
Cuplikan AMANAT PRESIDEN SOEKARNO
PADA ULANG TAHUN PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA, 17 AGUSTUS 1963 DI JAKARTA
Saya berdiri di sini sebagai warganegara Indonesia, sebagai patriot Indonesia, sebagai alat Revolusi Indonesia, sebagai Pemimpin Besar Revolusi Indonesia, sebagai Pengemban Utama daripada Amanat Penderitaan Rakyat Indonesia.
Kita semua yang berdiri dan duduk di sini harus merasakan diri kita sebagai pengemban Amanat Penderitaan Rakyat! Saya bertanya, sudahkah engkau semua, hai saudara-saudara!, engkau … engkau … engkau … engkau, sudahkah engkau semua benar-benar mengerti dirimu sebagai Pengemban Amanat Penderitaan Rakyat, benar-benar menyadari dirimu sebagai pengemban Amanat Penderitaan Rakyat, benar-benar menginsyafi dirimu sebagai Pengemban Amanat Penderitaan Rakyat, benar-benar merasakan dirimu, sampai ketulang-tulang-sungsummu, sebagai Pengemban Amanat Penderitaan Rakyat?
Amanat Penderitaan Rakyat, yang menjadi tujuan perjuangan kita, sumber kekuatan dan sumber keridlaan berkorban daaripada perjuangan kita yang maha dahsyat ini? Sekali lagi engkau semua, engkau semua dari Sabang sampai Merauke! , sudahkah engkau semua benar-benar sadar akan hal itu?
“Dari Sabang sampai Merauke”, empat perkataan ini bukanlah sekedar satu rangkaian kata ilmu bumi. “Dari Sabang sampai Merauke” bukanlah sekedar menggambarkan satu geographisch begrip. “Dari Sabang sampai Merauke” bukanlah sekadar satu “geographical entity”. Ia adalah merupakan satu kesatuan kebangsaan. Ia adalah satu “national entity”. Ia adalah pula satu kesatuan kenegaraan, satu “state entity” yang bulat-kuat. Ia adalah satu kesatuan tekad, satu kesatuan ideologis, satu “ideological entity” yang amat dinamis. Ia adalah satu kesatuan cita-cita sosial yang hidup laksana api unggun, satu entity of social-consciousness like a burning fire.
Dan sebagai yang sudah saya katakan dalam pidato-pidato saya yang lalu, social consciousness kita ini adalah bagian daripada social consciousness of man. Revolusi Indonesia adalah kataku tempohari congruent dengan the social conscience of man!
Kesadaran sosial dari Rakyat Indonesia itulah pokok-hakekat daripada Amanat Penderitaan Rakyat Indonesia. Amanat Penderitaan Rakyat Indonesia itu adalah dus bagian daripada social consciousness of mankind. Dus amanat Penderitaan Rakyat Indonesia adalah bagian daripada Amanat Penderitaan Rakyat daripada seluruh kemanusiaan!
Dus Amanat Penderitaan Rakyat kita bukanlah sekadar satu pengertian atau tuntutan nasional belaka.
Amanat Penderitaan Rakyat kita bukan sekedar satu “hal Indonesia”. Amanat Penderitaan Rakyat kita menjalin kepada Amanat Penderitaan Umat Manusia, Amanat Penderitaan Umat Manusia menjalin kepada Amanat Penderitaan Rakyat kita. Revolusi Indonesia menjalin kepada Revolusi Umat Manusia, Revolusi Umat Manusia menjalin kepada Revolusi Indonesia.
Pernah saya gambarkan hal ini dengan kata-kata: “there is an essential humanity in the Indonesian Revolution”. Pernah pula saya katakan bahwa Revolusi Indonesia mempunyai suara yang “mengumandang sejagad”, yakni bahwa Revolusi Indonesia mempunyai “universal voice”.
Menurut Renan (1823-1892), yang pendapatnya sering dikutip Bung Karno: ” Bangsa hadir karena ada kesamaan nasib dan penderitaan, serta adanya semangat dan tekad untuk berhimpun dalam sebuah “nation”. ….
Bangsa itu ialah suatu solidaritas besar, yang terbentuk karena adanya kesadaran, bahwa orang telah berkorban banyak, dan bersedia untuk memberi korban itu lagi…. Manusia itu bukanlah budak dari keturunannya (ras) atau dari bahasanya, atau dari agamanya, …..
Suatu kumpulan besar manusia, yang sehat jiwanya dan berkobarkobar hatinya, menimbulkan suatu kesadaran batin yang dinamakan bangsa”.Dengan demikian, bangsa hadir bukan dikarenakan adanya kesamaan budaya, suku, ras, etnisitas, agama dan pertimbangan-pertimbangan ikatan primodialisme yang lain, tetapi lebih menekankan pada adanya kesamaan nasib dan keinginan untuk hidup bersama dalam sebuah komunitas bangsa”
Dalam konteks demikian maka dengan perubahan sistem politik dan demokrasi yang telah berubah menjadi industri politik dan demokrasi liberal yang mampu melulu lantakan nilai-nilai berbangsa dan bernegara maka bangsa ini semakin terjebak pada pikiran pikiran yang serba pragmatis ,tanpa bisa lagi berfikir tentang paradigmatika kebangsaan nya.
Indonesia akan menjadi buih ditengah samudra yang tidak mempunyai jangkar karakter kebangsaan nya ,semakin hanyut diombang-ambingkan oleh yang nama nya Globalisasi , tidak lagi mampu berdiri apa lagi berjalan ,sebahagian besar kekayaan ibu pertiwi telah tergadaikan dan dikuasai oleh Asing ,Aseng dan Asu , yang tidak berfikir lagi bagaimana nasib anak cucu bangsa ini .
Tidak ada jalan penyelamat kecuali ada nya kesadaran untuk mengembalikan jati diri bangsa Indonesia Panca Sila dan UUD 1945 Proklamasi /dekrit 5 Juli 1959. Semua tergantung pada hati nurani kita masing-masing apakah kita akan berjuang atau kita punah sebagai bangsa.

Superman bagi Turki ternyata Tetangganya Sendiri.

Written By KUPAS.TV on Sabtu, 18 Agustus 2018 | 22:02

Oleh: Dahlan Iskan

Merdeka!
Dan Turki merdeka juga. Dari krisis moneter yang begitu mencekam.

Merdeka!
Dan Turki berhasil menginjak rem tepat waktu: saat roda ekonominya berada di bibir jurang.

Memang posisi rodanya masih tetap di tebing. Tapi sudah ada superman. Yang menahannya. Untuk tidak terjungkal.

Superman itu tetangganya sendiri: Emir Syeikh Tamim bin Hamal Al Thani. Pemimpin tertinggi Qatar. Negara kecil yang sakunya besar.

Syeikh Tamim datang ke Turki. Rabu lalu. Tepat waktu. Setelah bicara-bicara 3,5 jam semuanya beres: Qatar akan meminjami Turki. Dana besar. Angkanya luar biasa: 15 miliar Dolar. Hampir Rp 200 triliun.

Begitu mendapat obat penurun panas dari Qatar itu, suhu Lira turun. Mata uang Turki itu langsung menguat. Tiga hari terakhir sudah menguat 17 persen.

Memang belum bisa kembali seperti tahun lalu: 1 Dolar 4 Lira. Tapi kemarin 1 Dolar sudah 5,9 Lira. Tidak lagi 7 Lira. Krisis sudah bisa dihindari.

Betapa bahagia punya tetangga sebaik Qatar. Mau membantu. Dengan cepat. Dengan dana besar. Bahkan sang Emir yang datang sendiri ke Turki.

Tetangga mulia macam apa Qatar itu. Begitu terharu saya mencermatinya.

Mengingatkan saya pada tahun 1997/98. Saat kita dilanda krisis moneter. Yang luar biasa. Yang berlarut-larut. Menjadi krisis politik. Krisis rasial. Soeharto jatuh. Kepercayaan nasional runtuh.

Kalau saja tetangga kita seperti Qatar. Kalau saja ada yang mengulurkan tangan. Kerusuhan sosial tidak sampai terjadi.

Saya tidak bisa bayangkan. Betapa ‘nelongso’-nya Pak Harto saat itu. Minta bantuan ke tetangga kaya. Hanya dapat nasihat kata-kata.
Terpaksa Pak Harto ngemis ke IMF. Yang menyakitkan itu.

Qatar memang pernah merasakan budi baik Turki. Belum lama ini. Saat Qatar dikucilkan oleh negara-negara sesama Arab. Tetangga yang mengitarinya.

Saat itu Turki mendukung Qatar. Ketika negara-negara Arab melarang kirim barang ke Qatar, Turki turun tangan. Qatar bisa bertahan. Sampai hari ini. Di tengah isolasi.

Begitu marahnya pada Qatar, Arab Saudi sampai akan menggali daratannya. Yang berbatasan dengan Qatar. Selebar 200 meter. Sepanjang 200 km. Menjadi laut pemisah dua negara.
Qatar tidak menyerah. Tidak mau tunduk. Boikot Arab Saudi tidak sakti.

Dengan turunnya Superman itu Presiden Erdogan tidak perlu ngemis ke IMF. Martabatnya tidak perlu jatuh.

Bahkan Turki tetap bisa mempertahankan ideologi ekonominya: anti bunga tinggi. Yang dianggap sebagai ibu segala setan ekonomi.

Hanya saja Turki menerima saran ini: mengurangi defisit anggaran. Dengan cara mengurangi pengeluaran. Membatalkan proyek.
Tiap departemen diminta berhemat. Potong anggaran. Antara 20 sampai 30 persen.

Memang, pertumbuhan ekonomi Turki akan melambat. Tapi akan bisa lebih berkelanjutan. Daripada crash. Toh sudah 10 tahun Turki berhasil tumbuh cepat. Sampai pendapatan perkapitanya sangat tinggi: 17 ribu USD. Enam kali lipat lebih makmur dari kita.

Amerika masih terus berkoar. Akan meningkatkan lagi sanksi untuk Turki. Katanya: terbukti Turki bukan sahabat baik. Tidak mau membebaskan pastor Andrew Brunson. Asal Amerika. Yang kini ditahan di sebuah rumah, di Turki.
Tiongkok mungkin akan jadi Superman kedua. Bagi Turki. Untuk menambah dana Qatar itu.

Ternyata punya tetangga baik itu membahagiakan. Baik dan kaya. Kaya dan baik. (dahlan iskan)

Hanya karena telat 30 menit, harus bayar Rp 100 miliar

Written By KUPAS.TV on Jumat, 17 Agustus 2018 | 07:15

Tit-For-Tat Setelah Telat 30 Menit

Oleh: Dahlan Iskan

Hanya karena telat 30 menit. Harus bayar Rp 100 miliar. Betapa mahal perang dagang ini. Antara Amerika dan Tiongkok sekarang ini.

Yang telat itu kapal raksasa: The Peak Pegasus. Yang memuat kedelai. Satu kapal penuh. Seharga hampir Rp 500 miliar.

Kapal itu berlayar dari pelabuhan Seattle. Di negara bagian Washington. Tujuannya: pelabuhan Dalian. Di Tiongkok. Posisi dua pelabuhan itu berhadapan. Dipisahkan samudera Pasifik.

Ketika The Peak Pegasus tiba di Dalian jam menunjukkan pukul 00.30. Tanggal 6 Juli 2018.

Setengah jam sebelumnya Amerika mulai memberlakukan perang dagangnya: mengenakan tarif 25 persen pada baja dan alumunium dari Tiongkok. Dan beberapa komoditi lain.

Tiongkok membalas. Pada jam yang sama. Mulai mengenakan tarif baru bagi kedelai Amerika. Sebesar 25 persen.

The Peak Pegasus tidak boleh merapat ke pelabuhan Dalian. Kecuali sudah membayar bea masuk baru. Perdebatan terjadi. Tapi tidak ada jalan keluar.

Sejak awal Tiongkok memang sudah mengumumkan: akan selalu membalas serangan Amerika. Untuk nilai yang sama. Waktu yang sama. Hanya komoditinya yang berbeda.

Amerika memilih menghukum  baja Tiongkok. Yang bisa memukul telak ekonomi negeri panda.

Tiongkok memilih kedelai Amerika. Yang bisa menyulitkan posisi Trump di mata petani: basis pemilihnya.
Belum pernah ada perang dagang seseru ini. Tiongkok benar-benar menjalankan tit-for-tat. Mata dibalas dengan mata. Tangan dibalas dengan tangan.

Kini Trump terlihat sering pakai topi hijau. Dengan tulisan: make farmer great again. Menunjukkan solidaritasnya pada petani. Termasuk menganggarkan subsidi petani. Sebesar Usd 12 miliar.
The Peak Pegasus kelimpungan.

Di atas laut. Tiap malam awak kapalnya bisa melihat gemerlap cahaya kota Dalian (baca: Ta-li-en). Yang cantik itu. Kota 大连 adalah pusat bisnis konglomerat Wanda. Yang iklannya menguasai stadion-stadion Rusia. Saat piala dunia lalu.

Sampai setengah bulan kemudian belum ada jalan keluar. The Peak Pegasus masih mengapung di kejauhan.
Saya tidak bisa membayangkan: betapa mahal sewa kapal itu. Juga betapa sulitnya negosiasi.
Kalau bayar bea masuk, rugi. Tidak cocok dengan hitung dagang.

Kalau mau dibawa balik ke Seattle tambah rugi.
Cari pembeli lain di negara lain juga tidak mudah.

Ditahan lebih lama kedelainya rusak. Atau mutunya turun.
Sampai sebulan kemudian masih belum ada jalan keluar.
Trump lebih sering lagi pakai topi hijau.

Tiongkok teguh dengan prinsip tit-for-tat. Bea masuk baru itu akhirnya harus dibayar. Ini pilihan yang ruginya paling kecil. Dibanding pilihan lain tadi.

Gara-gara telat hanya 30 menit. Kerugiannya ratusan miliar.

Trump kini mengancam lagi: memperluas cakupan komoditi. Tiongkok membalas dengan tit-for-tat.

Amerika menambah permainan: memberi angin pada Taiwan. Amerika tahu soal Taiwan ini sensitif. Tiongkok bisa tiba-tiba emosi.

Dua hari lalu Amerika memberi panggung pada Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen. Boleh dua hari singgah di daratan Amerika. Dalam perjalanannya ke Paraguay dan Belize. Dua dari hanya 18 negara yang masih mengakui Taiwan sebagai negara.

Di Los Angeles Tsai Ing-wen mengunjungi perpustakaan Ronald Reagan. Dan berpidato. Menguraikan perjuangannya. Untuk membuat Taiwan negara merdeka.

Tiongkok protes. Dan terus berlatih militer. Menghadapi situasi tersulit.

The Peak Pegasus pagi ini masih terlihat sandar di dermaga pelabuhan Dalian. Entah sudah bongkar muatan atau belum.

Untung ada Google. Para wartawan terus mengarahkan kamera ke pelabuhan itu. Salah satu pelabuhan alam terbaik di dunia: kedalaman draftnya 30 meter.

Perkembangan perang ini kian serius. Belum ada pertanda-pertanda. Untuk maju ke meja perundingan.

Harga meja tampaknya terlalu mahal sekarang ini. Belum lagi termasuk bawahnya. (dahlan iskan)

 
Support : KUPAS.CO | PT. Telematika Indonusa
Copyright © 2011. KUPAS.CO - All Rights Reserved
Gedung Dewan Pers Lt.5 AWPI Jl. Kebon Sirih No. 32-34 Jakarta Pusat
Telp. (021) 2951 7417 Fax : 021 2120 3425 WA : 0811 175 798 Email : redaksi@kupas.co.id